Kapolri Jenderal Tito Karnavian Marah Terhadap Ormas FPI Yang Main Hakim Sendiri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian Marah Terhadap Ormas FPI Yang Main Hakim Sendiri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan kejadian intimidasi untuk tidak terjadi lagi nantinya. Dirinya juga berharap bila ada yang dianggap melanggar hukum lebih baik dilaporkan ke pihak kepolisian.
Hal itu disampaikan Tito merespons aksi dipersekusi atau pemburuan orang dengan sewenang-wenang kepada seorang remaja berinisial PMA di Jakarta Timur. Remaja itu ditangkap oleh sekelompok orang yang diduga oknum Front Pembela Islam (FPI).
Kalau ada apa-apa silahkan laporkan ke kepolisian biar dilakukan proses hukum, tidak boleh bermain hakim sendiri. Ungkap Tito di acara buka puasa dan salat tarawih berjamaah, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017).
Tito juga sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian bila ada seseorang atau kelompok yang melakukan upaya pereksekusian agar ditindak tegas.
Saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian kalau ada yang melakukan upaya seperti itu jangan takut, saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku dan sudah perintahkan untuk melakukan tindakan dan ada satu orang yang sudah ditangkap. Saat ini saya suruh kembangkan, Pungkasnya.
Sekadar diketahui, beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja sedang dipersekusi atau pemburuan orang dengan sewenang-wenang setelah ditangkap oleh sekelompok orang yang diduga oknum Front Pembela Islam (FPI).
Informasi yang dihimpun, remaja tersebut diketahui berinisial PMA. Ia diinterogasi setelah menulis status di Facebook yang dinilai menghina Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, remaja tersebut dikelilingi oleh sekelompok orang di dalam satu ruangan yang diduga oknum FPI. Ia juga diminta membacakan permintaan maaf kepada umat Islam sambil direkam oleh anggota ormas.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan kejadian intimidasi untuk tidak terjadi lagi nantinya. Dirinya juga berharap bila ada yang dianggap melanggar hukum lebih baik dilaporkan ke pihak kepolisian.
Hal itu disampaikan Tito merespons aksi dipersekusi atau pemburuan orang dengan sewenang-wenang kepada seorang remaja berinisial PMA di Jakarta Timur. Remaja itu ditangkap oleh sekelompok orang yang diduga oknum Front Pembela Islam (FPI).
Kalau ada apa-apa silahkan laporkan ke kepolisian biar dilakukan proses hukum, tidak boleh bermain hakim sendiri. Ungkap Tito di acara buka puasa dan salat tarawih berjamaah, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017).
Tito juga sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian bila ada seseorang atau kelompok yang melakukan upaya pereksekusian agar ditindak tegas.
Saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian kalau ada yang melakukan upaya seperti itu jangan takut, saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku dan sudah perintahkan untuk melakukan tindakan dan ada satu orang yang sudah ditangkap. Saat ini saya suruh kembangkan, Pungkasnya.
Sekadar diketahui, beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja sedang dipersekusi atau pemburuan orang dengan sewenang-wenang setelah ditangkap oleh sekelompok orang yang diduga oknum Front Pembela Islam (FPI).
Informasi yang dihimpun, remaja tersebut diketahui berinisial PMA. Ia diinterogasi setelah menulis status di Facebook yang dinilai menghina Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, remaja tersebut dikelilingi oleh sekelompok orang di dalam satu ruangan yang diduga oknum FPI. Ia juga diminta membacakan permintaan maaf kepada umat Islam sambil direkam oleh anggota ormas.

0 Response to "Kapolri Jenderal Tito Karnavian Marah Terhadap Ormas FPI Yang Main Hakim Sendiri"
Post a Comment